Showing posts with label RELIGIUS. Show all posts
Showing posts with label RELIGIUS. Show all posts

Alhamdulillah ! Masuk Islam, Ronaldo Ganti Nama Jadi Khaerul Hafiz

Mediaone.id - Perubahan akan keyakinan terhadap Tuhan bisa saja terjadi pada siapapun, seperti yang dialami oleh salah satu warga Perumahan Erfina Kencana Regency Cibinong bernama Ronaldo Karol dengan resmi memilih memeluk Islam. Dia juga berganti nama jadi Khaerul Hafiz. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat dilakukan di Masjid Baitul Faidzin, Komplek Pemerintah Kabupaten Bogor, Jumat 21 Oktober 2018.

Pengucapan dua kalimat syahadat dipimpin Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Adjie dan disaksikan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Asep Saefudin, Imam Besar Masjid Baitul Faidzin dan puluhan umat Islam.

"Mulai hari ini saudara Ronaldo Karol sudah beragama Islam dan namanya berganti menjadi Khaerul Hafiz," kata Mukri Adjie.

Mukri Adjie menjelaskan, perpindahan agama yang dilakukan Ronaldo tersebut tanpa paksaan dari pihak manapun.

"Ini bukti bahwa Islam tidak memaksakan dalam mensiarkan agama. Islam tidak menyebarluaskan agama dengan membagikan mi instan atau barang lain supaya orang yang sudah beragama memeluk agama Islam," ucap dia.

Mengenai pergantian nama ketika seseorang menjadi muallaf, zaman dulu Nabi Muhammad tidak mengubah semua nama orang yang menjadi muallaf. Seperti Dikutip dari konsultasisyariah.com

Selama nama itu tidak masalah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengubahnya. Beliau hanya mengganti nama-nama yang bermasalah.

Karena terkadang orang jahiliyah menamakan anak mereka dengan bentuk penghambaan kepada selain Allah, seperti Abdul Uzza (hamba Uzza) atau Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah). Atau nama-nama yang buruk lainnya.

Dan dalam sejarah, tidak semua sahabat yang masuk Islam, diubah namanya oleh Nabi Muhammad SAW. Selama nama itu tidak masalah, Rasulullah hanya mengganti nama-nama yang bermasalah.

Karena terkadang orang jahiliyah menamakan anak mereka dengan bentuk penghambaan kepada selain Allah, seperti Abdul Uzza (hamba Uzza) atau Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah). Atau nama-nama yang buruk lainnya.

Berdasarkan HR Muslim, pada zaman Rasullah ada sahabat wanita yang namanya 'Ashiyah' artinya tukang maksiat. Kemudian setelah masuk Islam diganti namanya menjadi Jamilah yang artinya wanita cantik.

Sementara itu, dikutip dari namania.com, Ronaldo berasal dari bahasa Portugis, artinya Penguasa Bijak.

Betapa Pentingnya Hal Ini Sehingga Rasulullah Mempersingkat Sholatnya

Mediaone.id - Shalat adalah mi’rajnya orang beriman. Shalat merupakan sarana istirahat dan penyejuk hati bagi Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Saking khusyuknya, kaki Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bengkak karena lamanya waktu berdiri dalam shalat.
Namun, sebagaimana diriwayatkan secara shahih oleh Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala, ada satu kondisi yang membuat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mempercapat shalatnya. Lantaran hal ini, Nabi segera mengakhiri shalatnya.
Ialah sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Sungguh, aku sedang melaksanakan shalat. Pada saat itu, aku ingin memanjangkan bacaan shalat. Kemudian, aku mendengar tangisan anak kecil, lalu aku mempersingkat bacaan shalatku. Karena aku mengetahui perasaan kasih ibunya saat mendengarkan tangisan anaknya.”
Inilah pesona akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Inilah sejatinya shalat yang khusyuk. Bukan tidak mendengar sesuatu pun, tapi mengetahui apa yang terjadi di sekitar tempat shalat.
Nabi yang mulia mempersingkat bacaan shalat karena mendengar anak yang menangis. Beliau bisa saja memanjangkan bacaan, tapi memendekkan bacaan merupakan teladankan lantaran mengetahui bagaimana perasaan sang ibu mendengarkan tangisan buah hati saat dia sedang shalat.
Hadits ini juga mengandung hikmah agar para imam memperhatikan pula kekhusyukan jamaah, bukan hanya kekhusyukan diri sendiri. Sangat tidak bijak memanjangkan bacaan dalam shalat fardhu, tanpa pemberitahuan kepada jamaah, hanya karena ingin disebut sebagai penghafal al-Qur’an yang merdu bacaannya.
Jika memang memanjangkan, hendaknya disesuaikan dengan kebiasaan di masjid tersebut. Sebab banyak jamaah yang memiliki banyak kesibukan di luar shalat.
Riwayat ini juga menunjukkan betapa belas kasihnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kepada para umatnya. Beliau menyayangi umatnya secara sempurna hingga bisa berempati dengan apa yang dirasakan oleh mereka.
Kasih sayang inilah akhlak yang utama. Amat luas cakupannya. Siapa tidak menyayangi apa yang ada di bumi, maka dia tidak akan disayangi oleh siapa yang ada di langit. Dan tidaklah dicabut rasa sayang, kecuali dari hamba-hamba yang celaka.
Sungguh, tiada teladan yang lebih baik dari teladan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.
Namun, para ayah dan ibu juga harus memberikan edukasi saat anak-anaknya ikut ke dalam masjid untuk shalat berjamaah. Wallahu a’lam. [Bersamadakwah]

Penjelesan Al-Kitab : Makna Dan Manfaat Persepuluhan


Mediaone.id - Persepuluhan adalah isu yang digumuli kebanyakan orang Kristen. Di banyak gereja, persepuluhan terlalu ditekankan. Pada saat yang sama, banyak orang Kristen menolak untuk menaati pengajaran Alkitab sehubungan dengan memberi persembahan kepada Tuhan. 

Persepuluhan/persembahan seharusnya menjadi hal yang menyenangkan. Sayang sekali, hal itu jarang terjadi pada gereja zaman sekarang.

Persepuluhan adalah konsep Perjanjian Lama. Persepuluhan adalah peraturan Hukum Taurat, di mana setiap orang Israel memberi 10% dari segala yang mereka peroleh untuk Tabernakel/Bait Suci (Imamat 27:30; Bilangan 18:26; Ulangan 14:24; 2 Tawarikh 31:5). Sebagian orang menganggap persepuluhan dalam Perjanjian Lama sebagai pajak untuk mencukupi kebutuhan dari para imam dan orang-orang Lewi dalam sistim korban. 

Dalam Perjanjian Baru tidak ada perintah atau rekomendasi kepada orang Kristen supaya tunduk kepada sistem persepuluhan sebagai hukum tertulis. Paulus hanya mengajarkan bahwa orang-orang percaya sepatutnya menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka untuk mendukung gereja (1 Korintus 16:1-2).

Perjanjian Baru tidak menentukan persentase penghasilan yang harus disisihkan tapi hanya mengatakan, “sesuai dengan apa yang kamu peroleh” (1 Korintus 16:2). Gereja Kristen sekarang mengambil angka 10% dari Perjanjian Lama dan menerapkannya sebagai “rekomendasi minimum” bagi orang Kristen ketika memberi persembahan. 

Meski demikian, orang Kristen tidak perlu merasa diwajibkan memberi persepuluhan. Orang Kristen sepatutnya memberi sesuai dengan apa yang mereka mampu, “sesuai dengan apa yang kamu peroleh.” 

Kadang-kadang, ini berarti memberi lebih dari persepuluhan, kadang-kadang, ia kurang dari persepuluhan. 

Setiap orang Kristen perlu berdoa dengan sungguh-sungguh dan meminta hikmat dari Allah mengenai persembahannya, persepuluhan, dan berapa banyak yang harus dia berikan (Yakobus 1:5). 

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Korintus 9:7)

Sumber : gotquestions

tes