Showing posts with label BOLA. Show all posts
Showing posts with label BOLA. Show all posts

Kecewa Dengan Kondisi Sepakbola Di Negaranya, Tevez Gantung Sepatu


Mediaone.id - Striker agresif Carlos Tevez sedang pikir-pikir untuk gantung sepatu akhir tahun ini. Itu tak lepas dari rasa kecewa terhadap kondisi persepakbolaan di negerinya sendiri, Argentina.

Penyerang 32 tahun itu saat ini sedang merumput untuk salah satu klub top Argentina, Boca Juniors. Sebelumnya Tevez sempat meraih sukses di Eropa bersama Manchester United, Manchester City, dan Juventus.

Pun begitu Tevez sudah mengungkap rasa frustrasinya terhadap sejumlah aspek permainan di Argentina, termasuk tekanan eksternal terhadap Boca semisal dari media, yang juga ia salahkan atas hukuman larangan main tiga laga terhadapnya awal bulan ini.

"Hukuman buat saya dijatuhkan oleh para jurnalis dan bukannya otoritas yang berwenang. Mereka mendorong agar saya dapat hukuman tiga pertandingan," kata Tevez kepada Fox Sports dan dilansir Soccerway.

"Kalau kami main seri, Boca dalam krisis--tidak sebegitunya dengan River (Plate). Mereka (River) main seri dan segalanya baik-baik saja. Saya menikmati sepakbola, tapi tidak semua yang ada di sekelilingnya," tuturnya.

Tevez juga mengkritik urusan penjadwalan pertandingan liga domestik Argentina. Ia menyebutnya tak terjadwal dengan baik, terlebih jika dibandingkan dengan di Eropa.

"Di Eropa Anda tahu persis tanggal berapa Anda menghadapi masing-masing tim lawan untuk enam bulan pertama. Di sini Anda baru tahu hari Senin kalau harus main hari Jumat," ujar Tevez.

"Ada kemungkinan saya akan pensiun di akhir tahun ini. Saya tengah memikirkannya," lanjut pemain dengan 76 caps untuk timnas Argentina tersebut.

Kecewa Karena Tembakan Laser, Tim Sulsel Tolak Upacara Penyerahan Medali


Mediaone.id - Merasa kecewa karena terjadi sebuah insiden saat pertandingan. Tim Sulawesi Selatan menolak upacara penyerahan medali cabang sepakbola PON XIX/2016. 

Pada laga final di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (28/9/2016) malam WIB, Jabar mengalahkan Sulsel 5-4 lewat adu penalti. Dua eksekutor Sulsel yang gagal adalah Irfan Irfandi dan Alia Alfuad.

Saat pengalungan medali, tim Sulsel tidak mengikuti seremoni tersebut. Sebab, seusai pertandingan mereka langsung masuk ke ruang ganti dan tidak kembali ke lapangan untuk menerima medali perak.

Menurut Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulses, Mulyadi, pihaknya merasa keberatan atas adanya sorotan sinar laser yang diarahkan kepada algojo penalti mereka.

"Dua penendang kami dilaser tadi, di komentaror televisi sudah bilang. Ini tidak sportif. Kalau gubernur tak minta maaf, kami tak akan ikut upacara," kata Mulyadi. [detik/mediaone]

Diganggu Tembakan Laser, Sulsel Harus Puas Pada Posisi Ke 2 Pada PON Jabar 2016


Mediaone.id - Laga final Cabang olahraga sepakbola PON Jabar antara Sulsel berhadapan dengan tuan rumah Jawa barat berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/9/2016) yang menjadikan tuan rumah itu sendiri keluar sebagai pemenang. 

Para anak asuh Syamsuddin Umar ini terpaksa gigit jari dan harus mengakui keunggulan tuan rumah Jawa Barat melalui adu penalti dengan hasil skor 5-4. Meski empat eksekutor sebelumnya telah memberi harapan kemenangan, namun dua eksekutor terakhir gagal dalam menjalankan tugasnya. Sedangkan tuan rumah mampu memasukkan lima gol. 

Namun sebuah fenomena yang sangat disayangkan seharusnya tidak terjadi saat kedua eksekutor sulsel yakni Irfan dan Ali Alfuad ingin melakukan tugasnya harus dihalangi dengan gangguan tembakan laser dari sponsor tuan rumah. Kejadian ini tentu dinilai sebagai bentuk kecurangan terhadap pemain Sulsel.

Meski hanya berada pada posisi perak (red-Juara 2), namun para pemain sulsel sudah berhasil mencetak sejarah karena ini adalah yang pertama kalinya sulsel tampil di babak final.

Eksekutor adu penalti Jabar: 
Alifath (gol) Febri (gol) Erwin (gagal) Gian Zola (gol) Pian Hardiansyah (gol) Sugianto (gol)

Eksekutor adu penalti Sulsel : 

Adi Setiawan (gol) Fachri (gol) Asnawi (gol) Wasyiat (gol) Irfan (gagal) Ali Alfuad (gagal)

Kebobolan 43 Gol Dalam Satu Laga, Kiper Ini Ditangkap Polisi

Mediaone.id - Marco Kwiotek (25) ditangkap polisi bersenjata saat latihan selama lima hari setelah kekalahan besar timnya, SV Vonderort, saat melawan PSV Oberhausen. 

Kwiotek ditangkap setelah kinerjanya benar-benar buruk. Kiper itu membuat timnya kalah 43-0 di kandang sendiri.

Tetapi alasan kiper itu ditangkap masih misterius. Sehingga rekan satu timnya yang sedang bersiap untuk pertandingan berikutnya terpaksa bermain tanpa Kwiotek.



Saat ditangkap, Kwiotek sedang berlatih bersama rekan-rekannya di lapangan markas klub itu di Bottrop, Jerman. Polisi bersenjata tiba-tiba masuk stadion dan langsung menggelandangnya keluar lapangan.

Penangkapan itu membuat rekan-rekan satu tim Kwiotek bingung. " Mereka hanya ingin menjernihkan beberapa masalah," ujar Kwiotek kepada rekan-rekannya.

Sebelum dia berjalan jauh, Kwiotek menambahkan, " Hasil pertandingan terakhir sulit untuk diperkirakan. Aku tidak ingin melihat itu terjadi lagi."
Kwiotek tidak pernah kembali ke lapangan sejak itu. Polisi menolak untuk menjelaskan alasan dia ditahan.


" Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Kwiotek. Pertama dia membiarkan 43 gol bersarang di gawangnya dan kemudian dia bermasalah dengan hukum," kata Pelatih Vonderort, Yvonne Liesenfeld. Dia telah menerima 500 pesan dukungan di Facebook sejak kekalahan telak timnya.

Dikutip dari laman thesun.co.uk, Direktur Klub tersebut, Christian Schroer, mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia mengatakan belum ada keterangan resmi terkait penangkapan Kwiotek.

" Kami masih belum tahu apa yang terjadi. Polisi juga tidak memberitahu kami apa yang terjadi, dan kami tidak dapat menghubungi Kwiotek di ponselnya. Mudah-mudahan dia akan kembali untuk pertandingan berikutnya," kata Schroer.

Hebat ! Pemain Sepak Bola Asal Papua Resmi Dikontrak MU

Patrich Wanggai
Mediaone.id - Pemain sepakbola asal Papua Patrich Wanggai resmi dipinang Madura United (MU). Pemain yang saat ini tercatat sebagai Top Scorer Liga Timor Leste sudah membubuhkan tandatangan kontrak dengan Madura United.
Hal itu, sebagai wujud resmi Wanggai akan bermain bersama-sama dengan Fabiano Beltrame dan kawan-kawan.
Penandatangan kontrak Wanggai sebagai pemain Madura United, diakui Manajer Haruna Soemitro selesai lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan minimal selesai saat masa pendaftaran pemain sesi kedua Kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC).
"Alhamdulillah peresmian Patrich Wanggai sebagai pemain Madura United sudah selesai ditandai dengan penandatanganan kontrak. Perkembangannya lebih cepat dari yang direncanakan," kata Haruna dikutip dari laman, maduraunitedfc.com.
Patrich resmi sudah bergabung dengan skuad Madura United lainnya pada 25 Agustus. Namun, secara resmi pemain yang sempat menjadi tandem Boaz Solossa tersebut akan diperkenalkan pada suporter pada 27 Agustus nanti, tepatnya saat pertandingan Madura United melawan Barito Putra.
Kepastian Wanggai berbaju Madura United juga langsung dengan peresmian nomor punggung yang akan menjadi identitasnya selama berbaju loreng merah putih. Wanggai akan menggunakan nomor punggung 27 sebagai nomor favoritnya dan juga sebagai tanggal akan diperkenalkan kepada suporter.
"Sejak kompetisi di Timor Leste selesai, saya memang sudah merencanakan untuk kembali bermain di tanah air. Sangat bersyukur saya bisa mencapai kesepakatan dengan Madura United, tim yang sebenarnya sangat ingin saya perkuat," ucap Wanggai.
Menurut Wanggai, penandatangan kontrak yang sudah selesai untuk resmi berbaju Madura united menjadi jalan mulus baginya untuk kembali eksis di pentas sepakbola Indonesia.
"Saya merasa kangen dengan stadion-stadion dan suporter di Indonesia. Semoga kompetisi sepakbola Indonesia kembali berjalan dengan lancar," harap Wanggai.
Kendati sudah resmi menandatangi kontrak, Wanggai masih belum bisa dimainkan saat Madura united menghadapi Barito Putra.
Wanggai baru bisa dimainkan di putaran kedua, tepatnya saat Madura United melawat ke kandang Arema Cronus pada 2 September nanti.[otonomi]

tes